Menghasilkan pendapatan pasif yang menjanjikan membuat bisnis kos tetap banyak diminati. Untuk memiliki bisnis yang stabil dalam jangka panjang, penting bagi pemilik untuk memperhatikan struktur bangunan kos.
Kos-kosan idealnya tampil menarik secara visual agar laris mendapatkan penyewa. Selain itu, bangunannya sendiri perlu struktur yang kokoh dan tahan lama agar tidak rentan kerusakan. Mari simak panduan membangun kos kekinian.
Membangun Struktur Bangunan Kos
Agar bisnis bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, bangunan kost perlu dirancang secara matang-matang. Berikut tahapan untuk membangun kos yang kokoh dan menarik:
1. Mengenali Pasar dan Lokasi
Sebelum mulai merancang struktur bangunan kos, sebaiknya kenali dulu lokasi tempat kos hendak dibangun. Lakukan juga riset pasar dengan mencari tahu siapa calon penyewa kos potensial sekitar lokasi.
Latar belakang penyewa kamar nantinya menjadi pertimbangan utama saat merancang konsep kos. Sebagai contoh, lokasi kos dekat kampus berarti penyewa utama adalah kalangan mahasiswa, sedangkan kos di kawasan industri menyasar karyawan.
Nah, preferensi konsep, fasilitas, dan harga sewa antara dua kalangan penyewa tersebut pastinya tidak sama.
Untuk kos-kosan mahasiswa, kamar yang cozy dan Wi-Fi kencang jadi daya tarik utama. Sementara itu, karyawan akan lebih menyukai kos dengan layanan laundry dan area parkir yang luas.
Selain mengenali target penyewa, lokasi juga menjadi kunci penting kesuksesan bisnis kos. Pemilik sebaiknya membangun kos di lokasi yang mudah dijangkau dan dekat fasilitas umum seperti tempat makan, minimarket, dan akses transportasi.
2. Merancang Konsep Kos yang Menarik
Membangun kos diawali dengan menentukan konsep. Sangat penting untuk memiliki konsep kos yang jelas sedari tahap perencanaan. Dengan begitu, penyewa bisa langsung mengerti daya tarik utama kos.
Supaya bisa menarik banyak penyewa, sebaiknya gunakan konsep unik dan kekinian yang sedang daun. Beberapa konsep yang banyak digandrungi belakangan yaitu minimalis, industrial, dan modern.
Konsep kos nantinya juga ikut mempengaruhi desain struktur bangunan. Umumnya, kos-kosan di perkotaan berupa bangunan bertingkat untuk mengatasi keterbatasan lahan.
Beberapa contoh desain populer untuk struktur bangunan kos yaitu kos tingkat memanjang satu sisi, kos dua lantai minimalis, dan kos model split level atau mezzanine.
3. Perhitungan Biaya Bisnis Kos
Setelah memiliki konsep dan desain struktur kost, tahap selanjutnya adalah menghitung biaya total pembangunan kos.
Penghitungan bisnis kos meliputi seluruh biaya yang perlu dikeluarkan, mulai dari pembelian tanah, perizinan, biaya konstruksi, hingga fasilitas dan interior. Pemilik kos sebaiknya juga mempertimbangkan biaya pengelolaan dan pemasaran.
Untuk menghitung biaya konstruksi, pemilik perlu mendata harga material dan total kebutuhan. Kemudian menambahkan dengan biaya pekerja.
4. Perizinan dan Persiapan Konstruksi
Mengurus perizinan merupakan tahap wajib yang tidak boleh terlewat saat mendirikan bisnis kos. Pasalnya, menjalankan bisnis tanpa legalitas yang jelas berisiko terkena dampak merugikan, seperti denda hingga penutupan.
Maka dari itu, setelah memiliki rancangan struktur bangunan kos, sebaiknya segera mengurus perizinan dengan mengajukan ke otoritas berwenang.
Setelah mengantongi perizinan, barulah proses persiapan konstruksi bisa dimulai. Tahap ini meliputi mempersiapkan lahan, material, dan tenaga konstruksi.
Pemilik kos juga perlu mempersiapkan berbagai infrastruktur dasar bangunan, seperti saluran air, pembuangan, dan listrik. Supaya proses pembangunan berjalan lancar, sebaiknya susun jadwal kerja yang jelas.
Untuk mempermudah pembangunan, biasanya pemilik bisnis kos bekerjasama dengan kontraktor yang telah berpengalaman. Kebanyakan jasa kontraktor juga melayani penghitungan biaya konstruksi sehingga memberikan kemudahan ekstra.
Opsi lainnya yaitu dengan merekrut tukang atau ahli bangunan untuk membuat struktur bangunan yang kokoh.
5. Finishing Interior dan Fasilitas Pendukung
Perancangan struktur bangunan kos yang matang sudah mempertimbangkan aspek interior ruangan, seperti pencahayaan alami dan ventilasi.
Maka setelah konstruksi selesai, bisa berlanjut ke penataan interior. Mulai dari pemasangan lantai, pengecatan, hingga mengisi ruangan dengan furniture.
Supaya kos tampil unik, pastikan desain interior sesuai dengan konsep awal yang sudah Anda tetapkan. Pemilihan warna cat dan furniture juga harus senada dengan konsep utama.
Misalnya, pada konsep minimalis yang mengutamakan pemanfaatan ruang sempit dengan maksimal bisa menggunakan kombinasi warna terang. Hal ini karena warna terang memberikan kesan ruang lebih luas.
Kelengkapan fasilitas juga menjadi daya tarik utama bagi calon penyewa kos. Pemilik bisnis perlu menyediakan fasilitas pendukung untuk memberikan kenyamanan maksimal. Namun, ketersediaan fasilitas juga harus sesuai dengan harga sewa kamar kos.
Beberapa fasilitas standar kamar kos kekinian meliputi Wi-Fi, AC, kamar mandi dalam, area parkir, dan CCTV.
Penutup
Untuk membangun struktur bangunan kos yang kokoh dan tahan lama, penting untuk menggunakan material berkualitas.
Panel lantai dari Citicon menawarkan perpaduan terbaik antara mutu dan kepraktisan. Panel siap pakai memiliki struktur kokoh yang cocok untuk konstruksi bangunan bertingkat.