Pemahaman tentang struktur bangunan lantai 2 akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan bahan material dan juga besaran ukurannya. Proses pembangunan hunian atau gedung bertingkat memerlukan perencanaan dan perhitungan yang matang.
Ada material yang kini kerap dipakai sebagai alternatif pengganti yang lebih ramah lingkungan dari dak beton konvensional, yakni panel lantai. Panel lantai ini dirancang untuk kebutuhan bangunan bertingkat dengan karakteristiknya yang ringan, dan praktis!
Pembagian Struktur Bangunan
Secara umum, struktur bangunan lantai 2 ini terdiri dari beberapa bagian yang akan saling menopang bangunan nantinya. Terdapat beberapa bagian utama, yakni fondasi dasar, kolom, balok, dan struktur lantai yang bisa dijelaskan sebagai berikut!
1. Struktur Bawah
Sebagai bagian dari struktur bangunan lantai 2, fondasi menjadi elemen yang sangat penting sebagai penghubung langsung dengan tanah. Bagian inilah yang nantinya menerima dan akan meneruskan beban bangunan ke tanah.
Fondasi haruslah dibuat dengan mengikuti standar tahan gempa dan juga angin badai. Karena bagian ini bukan hanya menopang, tapi juga harus cukup kuat. Untuk itu, rumah 2 lantai akan memakai pondasi batu kali atau beton bertulang dengan kedalaman sampai 2 meter.
2. Struktur Bagian Tengah
Bagian tengah sebuah bangunan haruslah kuat karena perannya sebagai tulang punggung yang menopang beban dan tekanan vertikal. Jika bagian ini rusak atau terjadi kegagalan struktur maka komponen lainnya yang terhubung bisa runtuh.
3. Struktur Atas
Bagian berikutnya, yakni struktur teratas bangunan yang akan melindungi keseluruhan bangunan. Atap pada rumah 2 lantai bisa memakai beberapa jenis material, seperti genteng tanah liat, genteng keramik, atau bahkan tile.
Struktur atas ini menjadi pelindung utama dari segala jenis cuaca, jadi harus benar-benar memilih material yang kuat dan tahan lama. Jika Anda tinggal di daerah rawan gempa, hendaknya menggunakan bahan atap tahan gempa.
Hal Penting agar Struktur Bangunan 2 Lantai Kokoh!
Membangun bangunan 2 lantai harus benar-benar mempertimbangkan perhitungan struktur rumah 2 lantai. Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar struktur bangunan tetap kokoh dan kuat walau diterpa guncangan dahsyat sekalipun!
1. Mempertimbangkan Fondasi yang Kuat
Fondasi merupakan struktur bangunan lantai 2 yang menjadi dasar berdirinya sebuah bangunan bertingkat. Rumah yang kokoh selalu diawali dengan pondasi yang sangat kuat, jika pondasi masih lemah, ada kemungkinan rumah Anda akan sering mengalami masalah.
Kemudian, ada beberapa jenis pondasi yang sering sekali dipakai untuk bangunan bertingkat. Ada pondasi batu kali yang cocok untuk beban bangunan yang tidak terlalu berat. Pondasi cakar ayam yang lebih kuat menopang beban bangunan berat, dan cocok untuk tanah lunak.
2. Pemilihan Ukuran Kolom dan Balok
Kolom dan balok termasuk dalam bagian tengah struktur rumah 2 lantai, dan menjadi tulang punggung bangunan. Jika bagian ini tidak benar-benar dihitung dengan benar, maka rumah bisa mengalami retak bahkan parahnya bisa roboh.
3. Memilih Material Dinding dan Lantai yang Tepat
Bagian lain struktur bangunan lantai 2 tengah bangunan, yakni dinding dan lantai. Dinding bukan sekedar penyekat tapi juga menjadi penopang beban bangunan. Ada beberapa bahan material yang bisa dipilih, yakni bata merah, bata hebel, dan batako untuk alternatif lebih murah.
Dalam pembangunan bangunan bertingkat, bagian lantai juga perlu diperhatikan materialnya. Material yang dipakai akan memberikan beban pada bagian struktur bawah atau pondasi. Pemakaian panel lantai akan memberikan banyak sekali keuntungan.
4. Rangka Atap yang Kokoh
Atap adalah bagian teratas yang bukan sekedar melindungi penghuni dari cuaca tapi juga melindungi struktur di dalamnya. Penggunaan atap haruslah berbahan material yang sangat kuat dan tidak mudah rusak jika terkena terpaan cuaca ekstrem.
5. Memberikan Ventilasi Udara
Struktur bangunan lantai 2 tidak akan sempurna tanpa adanya ventilasi udara dan juga pencahayaan yang baik. Ventilasi akan berguna untuk mengalirkan sirkulasi udara, sehingga bangunan tidak akan pengap dan tidak cepat merusak material.
6. Membuat Sistem Drainase Air
Sistem drainase air juga harus diperhatikan, jika sistemnya buruk bisa menyebabkan rembesan, dan meningkatkan kelembaban. Karena hal ini, material yang digunakan pada struktur banguna bisa cepat rusak karena udara lembab.
7. Patuhi Aturan dan Standar Pembangunan Konstruksi
Indonesia sudah memiliki standar nasional untuk membangun sebuah hunian. Standar tersebut harus benar-benar diikuti agar bangunan dapat berdiri dengan kokoh dan memenuhi syarat keamanan.
Penutup
Membangun struktur bangunan lantai 2 membutuhkan perencanaan dan juga pemilihan material yang teliti. Pemilihan material lantai menjadi satu bagian yang tidak boleh diabaikan. Citicon Panel Lantai menawarkan alternatif yang lebih presisi, ringan, dan praktis.