Bagi Anda yang memiliki rencana untuk membangun rumah bertingkat, maka harus merencanakannya secara matang. Ada satu bagian yang perlu menjadi sorotan utama, yakni pemilihan dak rumah lantai 2.
Dak rumah berperan dalam menopang seluruh beban bangunan yang ada di atasnya. Anda harus benar-benar memilih bahan material yang bukan hanya kuat tapi juga praktis. Berkembangnya material konstruksi menjadikannya banyak pilihan untuk membangun sebuah hunian!
Mengenal Dak Rumah
Dak rumah adalah lantai yang menghubungkan antara struktur bangunan bawah dan bangunan atas pada rumah bertingkat. Istilah lain untuk dak rumah, yakni plat lantai, plat inilah yang Anda injak ketika berada di lantai 2 dan lantai 3.
Plat lantai tidak boleh dibuat sembarangan tanpa memperhatikan ukuran ruangan, jarak tumpuan, dan beban bangunan. Bahkan struktur kondisi kolom dan balok juga harus dihitung dengan tepat agar dak lantai rumah Anda bisa berdiri kokoh.
Pemilihan bahan materialnya juga sangat berpengaruh terhadap hasil akhir sebuah dak. Karena dak rumah lantai 2 ini akan menjadi tempat berpijaknya seluruh penghuni, bahannya harus memiliki struktur yang solid.
Jenis Material Dak Rumah
Dak rumah lantai 2 akan menjadi alas bagi seluruh penghuni dan menjadi penghubung antar lantai bawah dan atas. Pemilihan materialnya akan sangat berpengaruh terhadap kondisi struktur plat lantai. Ada beberapa jenis material dak rumah yang bisa menjadi bahan pertimbangan!
1. Plat Lantai Beton
Salah satu bahan material yang paling umum dipakai dan sudah tidak asing, yakni dak beton rumah. Dak beton ini terbuat dari bekisting atau rangka kayu yang kemudian di cor membentuk sebuah struktur lantai.
Karakteristik dari dak beton sangatlah kuat, tahan api, tahan air, permukaanya bisa disesuaikan agar lebih presisi, dan komponennya yang solid. Namun, menunggu proses pengerasan pengecoran dak beton inilah yang membuat pengerjaannya kurang efisien waktu.
2. Dak Baja atau Metal
Metal deck adalah plat lantai untuk rumah minimalis modern yang terbuat dari baja berbentuk lempengan bergelombang. Pemakaian material ini juga lebih memudahkan dan waktu pengerjaanya jauh lebih cepat daripada dak beton konvensional.
Terlebih lagi bahan material plat baja ini bisa Anda sesuaikan ketebalannya berdasarkan luas area. Bahan material ini juga jauh lebih ringan, jadi lebih cocok untuk hunian bertingkat sederhana.
3. Panel Lantai
Jenis material dak rumah lantai 2 berikutnya, yakni panel lantai. Bahan material ini terbilang inovasi baru yang sering dikenal dengan bata ringan atau hebel. Panel lantai ini memiliki ukuran dan ketebalan yang sangat bervariasi, mulai dari 6 meter sampai 20 meter.
Bagi Anda yang ingin memakai bahan ini sebagai plat lantai, maka Anda harus memesannya terlebih dahulu di pabriknya. Ada beberapa pilihan bahan lagi untuk panel lantai, salah satunya yang paling direkomendasikan, yakni panel lantai citicon.
4. Dak Bondek
Berikutnya, ada dak bondek berbentuk lembaran logam pipih yang menjadi alternatif pengganti bahan triplek. Bondek akan berperan sebagai alas pengecoran dak, hasilnya jauh lebih kokoh daripada memakai kayu seperti cor konvensional.
Jika Anda memakai bondek, maka tidak perlu lagi tiang penyangga. Penggunaanya jauh lebih hemat daripada dak konvensional, dan bisa dipakai berulang kali sebagai bekisting. Biaya yang keluar juga tidak akan banyak jika memakai bahan material bondek.
5. Plat Lantai Keraton
Dak keraton menjadi salah satu inovasi lain dari dak beton, bahannya terbuat dari tanah liat. Plat lantai ini juga dikenal dengan istliah lain, yakni ceiling brick. Bahan material ini bisa menahan beban material sampai dengan 500 kilogram per meter persegi.
Rumah jadi lebih adem dan sejuk jika memakai plat keraton. Selain itu, dak keraton juga bisa menjadi peredam suara di sebuah ruangan.
Antara Panel Lantai dan Beton Manakah yang Lebih Kuat?
Dak rumah lantai 2 konvensional dibuat dengan cara memasang bekisting, tulangan, dan tiang untuk memperkuat strukturnya. Kemudian, dari bekisting tersebut akan dituangkan campuran semen, pasir, dan bebatuan.
Cara pengerjaan ini jauh lebih memakan waktu lama meskipun hasilnya memang sangat kuat. Tapi kini ada panel lantai yang bisa lebih memudahkan pengerjaan proyek konstruksi. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengecoran seperti dak beton konvensional.
Pemilihan panel lantai sebagai material dak rumah lantai 2 adalah hal yang tepat! Panel lantai sangat cocok digunakan pada bangunan arsitektur modern, dan jauh ramah lingkungan. Selain itu, pemasangannya lebih praktis karena di dalamnya sudah ada besi baja.
Penutup
Memilih penggunaan bahan material dak rumah lantai 2 sangat berpengaruh terhadap kondisi struktur bangunan secara menyeluruh. Panel lantai menjadi alternatif dari dak konvensional karena bobotnya yang lebih ringan dan proses pemasangannya lebih praktis.